Perayaan Hari Pramuka Ke 48 Kwartir Daerah Maluku Senin, Agu 31 2009 

Rabu 26 Agustus 2008 b ertempat di Lapangan Merdeka Ambon, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Maluku melaksanakan upacara memperingati Hari Pramuka ke 48 yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2008.

Gubernur Maluku Selaku Ka Mabida Gerakan Pramuka Maluku hadir sebagai Pembina Upacara sekaligus membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Dalam upacara tersebut Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menganugerahkan tanda pengghargaan kepada orang-orang yang dinilai berjasa kepada pengembangan Gerakan Pramuka.

Upacara peringatan Hari Pramuka ke 48 tersebut diikuti oleh Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega dari sejumlah Kwaran yang ada di Kwarcab Kota Ambon, hadir dalam upacara itu sejumlah Muspida dan pejabat di lingkup Pemprov Maluku.

Dana Kwarda Maluku Diduga Disalah Gunakan Senin, Agu 31 2009 

Anggaran Mengalir tak ada kegiatan

Dana Kwarda Maluku Diduga Disalah Gunakan

Spektrum Maluku – Ambon (Minggu Pertama Agustus 2009). Ratusan juta dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Maluku yang dikucurkan untuk Kwarda Maluku empat tahun belakangan ini telah “sunyi “ dari aktifitas kantor berikut kegiatan-kegiatan Kepramukaan yang sebelumnya berjalan lancar. Sejumlah pengurus Kwarda Maluku pecan lalu, bertandang di Redaksi Spektrum Maluku, sekaligus menyampaikan keluhan menyangkut mandeknya kegiatan Kwarda Maluku, meski dananya terus mengalir. Mereka menduga, dana-dana selama empat tahun ini disalah gunakan.

(lagi…)

Potret Gerakan Pramuka Kwarda Maluku Tahun 2008 Jumat, Jan 9 2009 

Sebuah Refleksi Akhir Tahun

Pengantar
Mengawali tulisan ini, saya ingin menyampaikan “selamat” kepada Keluarga Besar Gerakan Pramuka Maluku, atas 2 hal yang terjadi di penghujung tahun 2008 ini. Pertama, atas penganugerahan Lencana Tunas Kencana, tanda penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka kepada (Almh) Dra. Paula B. Renyaan, mantan Waka Kwarda dan Ka Kwarda Gerakan Pramuka Maluku, serta mantan Andalan Nasional Gerakan Pramuka (2 periode, 1998-2003 dan 2003-2008). Dan yang kedua adalah “penganugerahan tunggul Kwarda (Tergiat?) II di Wilayah VI untuk Kwarda Gerakan Pramuka Maluku. Untuk penganugerahan yang pertama, saya kira itu merupakan suatu kewajaran dan kepantasan, mengingat jerih payah dan pengorbanan beliau terhadap perkembangan Gerakan Pramuka, bukan hanya di Kwarda Maluku tetapi juga di Kwarda Jawa Timur (pernah juga beliau menjadi Waka kwarda di sana), bahkan di Wilayah Maluku, Maluku Utara dan Papua di mana beliau menjadi Andalan nasional Koordinator Wilayah sejak tahun 1998 sampai meninggal. Setelah membaca berita hasil munas lewat website Kwarnas, buru-buru saya menyampaikan terima kasih kepada Munas VIII melalui Kwarnas atas penganugerahan itu. Namun yang menggelitik hati saya, bahkan sampai saya terkekeh, adalah penganugerahan yang kedua (Tunggul kwarda (Tergiat?)). Saya bertanya-tanya dalam hati, apakah ini penganugerahan sebagai penghormatan ataukan sebagai suatu penghinaan? Tetapi, yang namanya penganugerahan, lebih banyak dikonotasikan sebagai penghormatan, dan bukan sebaliknya. Tetapi, apakah itu pantas diberikan kepada Kwarda Maluku ? itulah persoalan lain yang belum terjawab sampai saat tulisan ini dibuat. Bagi saya, penganugerahan yang diberikan sebagai Kwarda Tergiat II di Wilayah VI adalah suatu penghinaan (walaupun Kwarnas sebenarnya bermaksud sebaliknya). Ini bisa terjadi karena adanya kelemahan di dalam system penilaian Kwarda tergiat itu sendiri. Cara penilaian yang pasif (Kwarnas mengirim chek list untuk diisi oleh kwarda, kemudian dinilai oleh tim penilai) merupakan system penilaian yang sebenarnya sudah tidak bisa digunakan lagi oleh kwarnas. System itu harus dirubah menjadi system yang aktif, Tim Penilai langsung ke lapangan untuk menilai. Kembali ke persoalan, karena system itulah, data yang dimasukan dalam check list oleh beberapa orang di Kwarda Maluku, memungkinkan untuk mendapatkan point yang tinggi dan menjadi bekal untuk mendapatkan tunggul (tergiat?). Jujur saja, sebenarnya data yang dimasukan dalam check list itu adalah data yang direkayasa sedemikian rupa oleh beberapa teman saya di Kwarda Maluku. Dan ini bukan baru sekali ini terjadi, sudah kurang lebih 3 kali hal ini terjadi. Saya cukup tahu hal ini karena kebetulan saja, semuanya terjadi ketika saya masiha da di Kwarda Maluku. Tahun 1998 saat saya masih menjadi Ketua DKD Maluku, Kwarda Maluku menjadi Kwarda (Tergiat?) di Wilayah IV, kemudian tahun 2003 saat saya menjadi Staf Kwarda, Kwarda Maluku diberi tunggul Kwarda (Tergiat?) II, serta tahun 2008 ini saat saya menjadi Andalan Daerah, Kwarda Maluku juga diberikan tunggul Kwarda (Tergiat?) II. Tetapi, itulah hasil dari suatu penilaian yang gampang direkayasa. Salah satu teman saya bahkan bilang begini ketika baru pulang dari Munas VIII kemarin, “walaupun dibilang tidak bekerja oleh orang-orang tetapi toh Kwarnas masih memberikan penghargaan Tunggul Kwarda Tergiat”. Aneh tapi nyata, itulah yang harus direnungkan di akhir tahun 2008 ini.

(lagi…)

Kontingen Raimuna Nasional IX Kwarda Maluku Terlantar. Sabtu, Jun 21 2008 

Kondisi Kontingen Raimuna Nasional IX Kwarda Maluku yang kini berada di Cibubur-Jakarta terkesan diterlantarkan. Hal ini dapat dilihat dari hingga kini belum adanya tim kesehatan yang ikut serta dengan mereka di cibubur-jakarta. Ini mengakibatkan adanya panitia daerah (Kak Mad Sanaky) yang kondisi kesehatannya menurun tapi tidak dapat segera ditangani oleh medis kontingen daerah.
Hal ini sangat memprihatinkan jika dilihat dari jumlah dana yang disediakan oleh Pemerintah Proinsi Maluku untuk mendukung kegiatan tersebut, padahal menurut sumber yang terpercaya, dana untuk obat-obatan bagi tim medis sebanyak 10 juta rupiah. Kondisi ini diperparah lagi dengan tidak tersedianya konsumsi yang mencukupi bagi meraka sebagaimana dikemukakan oleh salah seorang panitia daerah kepada Kapatabaru.
Support dana yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku cukup besar, sehingga terasa sangat aneh bila hal-hal seperti ini terjadi.

Wakil Gubernur Maluku Lepas Kontingen Raimuna Nasional IX Kwarda Gerakan Pramuka Maluku Sabtu, Jun 21 2008 

Kami, 12 Juni 2008 bertempat di Lapangan Upacara Rindam XIV Pattimura Wakil Gubernur Maluku, Drs. M.A. Latuconsina selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Maluku melepas Kontingen Raimuna Nasional IX Kwarda Gerakan Pramuka Maluku dengan menyerahkan Bendera Kontingen kepada Marieke Lawata, Ketua Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega Maluku selaku Pimpinan Kontingen Daerah.
Kegiatan Raimuna Nasional IX ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Wiladitika, Cibubur – Jakarta Timur dari tanggal 27 Juni sampai dengan 7 Juli 2008. Raimuna adalah suatu acara pesta atau pertemuan besar bagi para Pramuka Penegak dan Pandega yang didalamnya disi dengan kegiatan-kegiatan yang sasarannya membina generasi muda bangsa yang tergabung dalam Gerakan Pramuka untuk menjadi manusia yang mandiri, cerdas serta mempunyai kepribadian yang luhur yang pada akhirnya akan menciptakan manusia Indonesia yang siap dalam mengambil peran dalam pembangunan nasional nantinya.
Kwarda Maluku dalam mengikuti kegiatan ini akan diikuti oleh 160 Pramuka Penegak dan Pandega yang berasal dari 8 Kwartir Cabang (Kwarcab) yang ada di Maluku. Namum dalam upacara pelepasan kontingen hanya diikuti oleh 5 Kwarcab saja yakni Kwarcab Maluku Tengah (Malteng), Kwarcab Kota Ambon, Kwarcab Seram Bagian Barat (SBB), Kwarcab Seram Bagian Timur (SBT) dan Kwarcab Maluku Tenggara Barat (MTB), Kwartir Cabang Pulau Buru akan bergabung dengan ke 5 Kwarcab ini pada hari Jumat di dalam KM. Bukit Siguntang yang sandar di Pelabuhan Ambom dan akan berangkat menuju Jakarta. Sedangkan Kwarcab Maluku Tenggara dan Kwarcab Kepulauan Aru akan dikarenakan kendala transportasi direncanakan akan berangkat menuju Jakarta dengan menggunakan angkutan udara.
Dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Maluku, Drs. M.A. Latuconsina berpesan kepada para peserta agar terus berjuang dan tunjukan bahwa preatasi Pramuka Penegak dan Pandega di Maluku tidak kalah dengan Pramuka Penegak dan Pandega di daerah-daerah lainnya di Indonesia, dan menceritakan tentang keadaan daerah Maluku yang saat ini sedang giat membangun mengejar ketertinggalan akibat konflik yang lalu.
Salah seorang peserta asal Kwarcab Seram Bagian Barat, Mendy Pattiasina mengatakan bahwa ia sangat senang bisa mewakili Kwarda Maluku khusunya Kwarcab SBB mengingat Kegiatan Raimuna Nasional IX ini merupakan kegiatan Raimuna yang pertama kali dikuti oleh Kwarcab SBB, Mendy juga berpesan bagi temannya yang ikut serta dalam Raimuna kali ini bisa menimba pengalaman sebanyak-banyaknya dalam kegiatan ini serta sekembalinya nanti ke cabangnya masing-masing bisa membagikan pengalaman mereka dengan teman sesama Pramuka.
Kontingen Daerah Maluku akan melakukan pemusatan latihan setibanya mereka di Cibubur-Jakarta Timur. Dan direncanakan akan kembali ke Maluku pada tanggal 9 Juli 2008 dengan menggunakan Kapal Laut.

Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (PBBM/CBDRM = Community Based Disaster Risk Management) Kwrda Gerakan Pramuka Maluku Selasa, Okt 16 2007 

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Maluku akan menyelenggarakan PPBBM/CBDRM 2007 yang direncakana akan dilaksanakan selama 6 (enam) hari pada tanggal 21-26 Oktober 2007 bertempat di Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Maluku, Bumi Perkemahan Lorihua, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah dengan Tema: “Gladi diri guna tingkatkan bakti bagi masyarakat”

Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (PBBM/CBDRM = Community Based Disaster Risk Management) adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan dasar praktis bagi anggota Gerakan Pramuka sebagai bagian dari masyarakat untuk lebih siap menghadapi bencana.
Tujuannya secara umum adalah :
1. Meningkatkan kesadaran dan kesiap-siagaan masyarakat, terutama pada daerah-daerah yang rawan bencana.
2. Memperkenalkan cara membuat peta bahaya setempat.
3. Memperkuat kemampuan masyarakat dalam menanggulangi bencana dengan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait.
4. Mengembangkan organisasi bencana di daerah.
5. Memperkaya pengetahuan masyarakat dengan pendidikan tentang bencana.
6. Mempertinggi kesadaran masyarakat akan lingkungan hidup.
7. Membina kemampuan masyarakat yang mandiri.
yang secara keseluruhan pada akhirnya bertujuan untuk mengurangi dampak bencana bagi masyarakat dan lingkungan.

Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan intensif ini, akan diikuti oleh unsur dari Kwarda Gerakan Pramuka Maluku dan Kwarcab se Maluku. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah: Ceramah dan tanya jawab bervariasi, Diskusi dan Kerja Kelompok, Peninjauan dan Observasi Lapangan serta Peragaan dan Simulasi.

Materi yang disajikan dalam PPBBM/CBDRM 2007 meliputi: Kepramukaan,Wawasan Kebangsaan, Konsep Dasar Seputar Bencana dan Paradigma Penanganan Bencana,Siklus Penanganan Bencana, Mitigasi dan Kesiapsiagaan,Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Sphere Humanitarian Standards, CBDRM/Penanganan Bencana Berbasis Masyarakat, Teknik Dasar Advokasi,UU Penanggulangan Bencana. Dengan Nara sumber yang berasal dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Satkorlak PBP Provinsi Maluku, Kodam XVI/Pattimura, BMG Maluku, Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Maluku, ORARI Daerah Maluku, dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Maluku.

Dengan akan dilalaksanakannya PBBM/CBDRM semoga setiap anggota Gerakan Pramuka khsusnya di Maluku dapat menyadari bahwa: Wilayah NKRI (khususnya Provinisi Maluku) memiliki kondisi geografis, geologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dampak psikologis, dan korban jiwa yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional.