Sebuah Refleksi Akhir Tahun
Pengantar
Mengawali tulisan ini, saya ingin menyampaikan “selamat” kepada Keluarga Besar Gerakan Pramuka Maluku, atas 2 hal yang terjadi di penghujung tahun 2008 ini. Pertama, atas penganugerahan Lencana Tunas Kencana, tanda penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka kepada (Almh) Dra. Paula B. Renyaan, mantan Waka Kwarda dan Ka Kwarda Gerakan Pramuka Maluku, serta mantan Andalan Nasional Gerakan Pramuka (2 periode, 1998-2003 dan 2003-2008). Dan yang kedua adalah “penganugerahan tunggul Kwarda (Tergiat?) II di Wilayah VI untuk Kwarda Gerakan Pramuka Maluku. Untuk penganugerahan yang pertama, saya kira itu merupakan suatu kewajaran dan kepantasan, mengingat jerih payah dan pengorbanan beliau terhadap perkembangan Gerakan Pramuka, bukan hanya di Kwarda Maluku tetapi juga di Kwarda Jawa Timur (pernah juga beliau menjadi Waka kwarda di sana), bahkan di Wilayah Maluku, Maluku Utara dan Papua di mana beliau menjadi Andalan nasional Koordinator Wilayah sejak tahun 1998 sampai meninggal. Setelah membaca berita hasil munas lewat website Kwarnas, buru-buru saya menyampaikan terima kasih kepada Munas VIII melalui Kwarnas atas penganugerahan itu. Namun yang menggelitik hati saya, bahkan sampai saya terkekeh, adalah penganugerahan yang kedua (Tunggul kwarda (Tergiat?)). Saya bertanya-tanya dalam hati, apakah ini penganugerahan sebagai penghormatan ataukan sebagai suatu penghinaan? Tetapi, yang namanya penganugerahan, lebih banyak dikonotasikan sebagai penghormatan, dan bukan sebaliknya. Tetapi, apakah itu pantas diberikan kepada Kwarda Maluku ? itulah persoalan lain yang belum terjawab sampai saat tulisan ini dibuat. Bagi saya, penganugerahan yang diberikan sebagai Kwarda Tergiat II di Wilayah VI adalah suatu penghinaan (walaupun Kwarnas sebenarnya bermaksud sebaliknya). Ini bisa terjadi karena adanya kelemahan di dalam system penilaian Kwarda tergiat itu sendiri. Cara penilaian yang pasif (Kwarnas mengirim chek list untuk diisi oleh kwarda, kemudian dinilai oleh tim penilai) merupakan system penilaian yang sebenarnya sudah tidak bisa digunakan lagi oleh kwarnas. System itu harus dirubah menjadi system yang aktif, Tim Penilai langsung ke lapangan untuk menilai. Kembali ke persoalan, karena system itulah, data yang dimasukan dalam check list oleh beberapa orang di Kwarda Maluku, memungkinkan untuk mendapatkan point yang tinggi dan menjadi bekal untuk mendapatkan tunggul (tergiat?). Jujur saja, sebenarnya data yang dimasukan dalam check list itu adalah data yang direkayasa sedemikian rupa oleh beberapa teman saya di Kwarda Maluku. Dan ini bukan baru sekali ini terjadi, sudah kurang lebih 3 kali hal ini terjadi. Saya cukup tahu hal ini karena kebetulan saja, semuanya terjadi ketika saya masiha da di Kwarda Maluku. Tahun 1998 saat saya masih menjadi Ketua DKD Maluku, Kwarda Maluku menjadi Kwarda (Tergiat?) di Wilayah IV, kemudian tahun 2003 saat saya menjadi Staf Kwarda, Kwarda Maluku diberi tunggul Kwarda (Tergiat?) II, serta tahun 2008 ini saat saya menjadi Andalan Daerah, Kwarda Maluku juga diberikan tunggul Kwarda (Tergiat?) II. Tetapi, itulah hasil dari suatu penilaian yang gampang direkayasa. Salah satu teman saya bahkan bilang begini ketika baru pulang dari Munas VIII kemarin, “walaupun dibilang tidak bekerja oleh orang-orang tetapi toh Kwarnas masih memberikan penghargaan Tunggul Kwarda Tergiat”. Aneh tapi nyata, itulah yang harus direnungkan di akhir tahun 2008 ini.
Kondisi Riil Kwarda Maluku Tahun 2008
Perjalanan panjang Kwarda Gerakan Pramuka Maluku di sepanjang tahun 2008 adalah sebuah perjalanan yang sepi aktivitas, bahkan lebih sepi jika dibandingkan dengan tahun 2007 dan 2006. Tahun 2008 ini, Kwarda Maluku tidak sekalipun melakukan Rapat Paripurna Andalan (menurut AD dan ART, serta PP Kwarda, Rapat Paripurna Andalan adalah forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat Andalan Kwartir dalam melaksanakan tugasnya, mengelola Gerakan Pramuka di kwartir yang bersangkutan). Kantornya lebih sering tertutup daripada dibuka. Pengambilan keputusan dan aktivitas organisasi dilakukan door to door, seperti salesman perusahaan multi level marketing. Kegiatan yang dilakukan dihitung dengan sebelah tangan tidak habis. Tetapi, kucuran dana dari Pemda dan Kwarnas tetap jalan, bahkan sepertinya lebih lancar. Singkatnya, kondisi Kwarda Gerakan Pramuka Maluku, suatu organisasi besar yang merupakan bagian dari persaudaraan gerakan yang mendunia, ternyata dikelola selama ini hanya ibarat perusahaan pribadi. Aksioma ini ada benarnya; kantor Kwarda hanya dibuka kalau “pemiliknya” datang, semua aktivitas sangat tergantung pada “pemilik”, semua keputusan tergantung “pemilik”. Tapi, berapakah pemiliknya? Kalau dihitung, kadang 2 orang, kadang 1 orang, kadang 3 orang dan kadang 4, 5, bahkan 7 orang. Siapakah mereka itu? mereka adalah orang-orang yang selama ini mengaku (atau meng-aku) sebagai “yang paling berjasa” di Kwarda Maluku. Apa saja jasanya ? Menurut peng-aku-an, tidak sedikit uang “pribadi” mereka yang dipakai untuk kelangsungan hidup organisasi besar yang dimiliki oleh lebih kurang 500 ribu orang di Provinsi Maluku ini. Dalam sebuah perbincangan dengan beberapa teman, sempat terlontar pertanyaan, “kapankah semua ini akan berakhir?” Kami juga bingung dengan jawabannya yang pasti. Apakah kita harus bertanya pada rumput yang bergoyang ? Walahualam…..
Dengan kondisi yang seperti itu, sudah pasti pelaksanaan Pogram Kerja dalam rangka realisasi Rencana Kerja masa bakti 2004-2009 menjadi terbengkalai. Kalaupun dilakukan, orientasinya menjadi kabur, bahkan tidak jelas kemana arahnya. Kegiatan-kegiatan dalam program kerja tahun 2008 yang disusun oleh mereka dan “disepakati” dalam rapat Kerja Daerah tahun 2007 (yang dilaksanakan awal tahun 2008) dalam pelaksanaannya hanya berupa kegiatan-kegiatan operasional, sedangkan kegiatan konsepsional sama sekali tidak jelas. Kalau menurut teman-teman saya, kegiatan-kegiatan konsepsional juga terlaksana tetapi hanya oleh beberapa orang “pemilik” saja. Tercatat, dalam tahun program kerja 2008, kegiatan-kegiatan operasional yang “terlaksana” adalah partisipasi pada Perkasa/Perkanet (JOTA/JOTI) sebanyak 2 kali, bulan Agustus dan Oktober 2008 (tetapi dananya juga tidak jelas, karena tidak ditangani oleh para “pemilik”), “kumpul-kumpul” beberapa kontingen cabang (3 dari 8 Kwarcab berkumpul, tetapi hanya 2 yang bersama-sama) sebelum ke Jakarta mengikuti Raimuna Nasional IX, ikut serta pada Raimuna Nasional IX di Cibubur, Jakarta. Itu yang berskala nasional dan internasional. Yang berskala daerah, hanya satu kegiatan “pelatihan” yang menggunakan anggaran untuk Kursus Pengelola Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega (KPDK) sehingga nama “pelatihan” nya juga agak aneh, yang kalau di singkat, mendekati KPDK yang sebenarnya. Kegiatan yang tidak ada dalam katalog pendidikan kepramukaan terbitan Lemdikanas, padahal para pelatihnya adalah Pelatih lulusan KPL dan KPL Plus. Lagi-lagi, aneh tapi nyata. Kegiatan rutin konsepsional yang diikuti adalah Rakernas dan Sidparnas di Cibubur Jakarta dan Pra Musppaniteranas (yang aneh juga konsepnya) di Makassar. Selanjutnya di penghujung tahun 2008 mengikuti Musppaniteranas dan Munas di Cibubur Jakarta. Sedangkan kegiatan rutin di daerah yang dilaksanakan yaitu peringatan Hari Pramuka ke-47. tapi, tunggu dulu, dengar-dengar sih, ada beberapa kegiatan pelatihan di tingkat nasional yang juga diikuti, tapi tidak jelas pelatihan apa dan siapa yang ikut sebagai pesertanya. Itu baru kegiatan yang dilaksanakan dan diikuti. Belum kita bicarakan tentang kualitasnya. Tapi sebaiknya tidak usah kita bicarakan kualitas penyelenggaraan kegiatan-kegiatan di Kwarda Maluku. Simpulan sementara saya selama masa bakti ini dan masa bakti sebelumnya adalah, yang penting kegiatannya jalan, kualitasnya tidak menjadi sesuatu yang mutlak. Terlalu pesimistis ? tidak juga kan? Kita tidak perlu heran, karena memang selama 2 masa bakti ini, kepramukaan di Kwarda Maluku hanya menjadi “alat” bagi beberapa orang tertentu untuk kepentingan mereka. Beragam kepentingan yang mestinya tererupsi oleh kepentingan utama kepramukaan itu sendiri bagi kaum muda bagi masa depan mereka yang lebih baik, ternyata diperhadapkan dengan suatu ironisme. Kepramukaan dijadikan sebagai alat untuk memuaskan keinginan mereka sendiri. Oh iya, di beberapa Kwarcab sudah dilakukan pelantikan pengurusnya oleh Ketua Kwarda Maluku, tapi pelantikan itu sendiri merupakan salah satu rangkaian safari politiknya menjelang pilkada gubernur dan wakil gubernur di pertengahan tahun ini. Buktinya? Rombongan ka kwarda dijemput oleh pengurus pramuka berjaket kuning dengan lambang salah satu partai, yang kebetulan ketua DPD Provinsinya adalah juga Ketua Kwarda Pramuka Maluku ini. Kenapa demikian ? Panjang ceritanya. Sewaktu Ka Kwarda Maluku terpilih melalui musyawarah partainya, saya sudah mencoba untuk mengingatkan beberapa teman untuk memikirkan bagaimana caranya untuk memberitahukan kepada Ka Kwarda bahwa aturan dalam Gerakan Pramuka mengisyaratkan agar Ketua Partai Politik tidak merangkap menjadi Ketua Kwartir. Namun apa daya, peringatan itu hanya ibarat angin yang berhembus sekejap saja. Teman-teman itu tidak peduli, bahkan kemudian memikirkan bagaimana kalau Ka Kwarda ini terpilih dalam Pilkada untuk menjadi Gubernur Provinsi Maluku. Ada yang berandai-andai untuk menjadi Kepala Dinas, dan ada pula yang bermimpi untuk menjadi kontraktor tangan kanannya pak Gubernur. Untunglah Ka Kwarda Maluku tidak terpilih menjadi Gubernur, kalau terpilih, saya juga bingung memprediksi ke mana Gerakan Pramuka Maluku ini akan dibawa. Singkatnya, selama tahun 2008 ini, kepramukaan di Kwarda Maluku berada dalam suatu kondisi yang sangat memprihatinkan. Itulah potret Gerakan Pramuka Kwarda Maluku, yang di penghujung tahun ini mendapatkan predikat “Tergiat (?) II di wilayah VI.
Harapan (?) di Tahun 2009 (dan seterusnya….)
Selayaknya kehidupan setiap manusia dalam memasuki tahun 2009, sebagai sebuah babak kehidupan yang baru, tentunya ada harapan-harapan yang ingin diwujudkan oleh setiap orang, begitu pula, harapan-harapan terhadap kepramukaan di Kwarda Maluku dalam memasuki tahun 2009. akankah harapan-harapan ini akhirya hanya tetap tinggal harapan, ataukah akan menjadi kenyataan yang menggembirakan hati? Sang waktulah yang akan menentukannya. Lalu apakah harapan harapan itu ?
1. Dalam tahun 2009 ini, kepengurusan di Kwarda Gerakan Pramuka Maluku akan berakhir masa baktinya, yakni 2004-2009. Begitu pula masa berlakunya Rencana Kerja 2004-2009 akan berakhir. Tentunya, sesuai amanat aturan organisasi, awal dan akhir suatu masa bakti ditandai dengan pelaksanaan musyawarah. Oleh karena itu di tahun 2009 ini, mungkin di penghujungnya, wajib diselenggarakan musyawarah daerah. Musyawarah daerah sesuai ketentuan dalam AD, ART dan PP yang relevan dalam Gerakan Pramuka, memiliki 3 tugas pokok, yaitu pertama, mendengar dan mengevaluasi laporan pertanggung jawaban pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Maluku masa bakti 2004-2009, kedua, menyusun dan menetapkan Rencana Kerja tahun 2009-2014, serta ketiga, memilih kepengurusan Kwarda Maluku masa bakti 2009-2014. Berkenaan dengan itu, ada 3 hal pula yang perlu menjadi perhatian para perutusan yang akan hadir di Musyawarah daerah dimaksud. Pertama, evaluasi terhadap laporan pertanggung jawaban pengurus masa bakti 2004-2009 hendaknya dilakukan dengan arif dan bijaksana. Arif yang disertai dengan ketulusan dan kemurnian jiwa dan pikiran untuk melihat hasil kerja dari pengurus masa bakti 2004-2009 dengan segala keberhasilan dan kekurangannya. Dan bijaksana dalam menilai berbagai kondisi yang terjadi selama kepengurusan masa bakti 2004-2009 yang merupakan keadaan di mana pengurus masa bakti 2004-2009 itu beraktivitas. Kedua, penyusunan Rencana Kerja tahun 2009-2014 hendaknya berangkat dari kondisi riil Gerakan Pramuka di Maluku saat ini, dan bukan hanya mengikuti arahan dari Rencana Strategik dan Rencana Kerja Kwarnas semata. Kedua dokumen dari pusat itu, kalau dicermati, disusun dengan mengasumsikan kondisi kepramukaan di Maluku adalah sekurang-kurangnya sama dengan di daerah lainnya. Sementara dalam kenyataannya, justeru kita berada jauh di belakang daerah-daerah tersebut. Hanya sebuah rekayasa dokumenter sajalah yang menempatkan posisi kita di atas daerah-daerah lainnya. Pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijawab antara lain, berapa sebenarnya anggota kita? Pada berapa Gudepkah mereka berada? Berapakah Pembina kita yang sudah mahir? Berapakah Pelatih kita yang cakap? Berapakah Satuan Karya yang beraktivitas? Berapakah anggotanya? Bagaimana dengan sumberdaya fisik organisasi kita? Bagaimana dengan sumberdaya finansialnya? Serta beragam pertanyaan lain yang mesti jawabannya menjadi bahan utama dalam perumusan Rencana Kerja tahun 2009-2014. lalu, bagaimanakah dengan kedua dokumen dari pusat itu ? untuk sementara, jadikan saja sebagai referensi pengetahuan dan berpikir kita, jangan terlalu latah seperti yang terjadi selama ini sehingga arah yang akan kita tuju benar-benar jelas dan terukur. Apakah jika mengacu kepada dokumen dari pusat it tidak jelas dan terukur? Memang, sangat jelas dan terukur, tetapi sekali lagi, kondisi awalnya jauh di atas kita, ibarat langit dengan bumi di mana kita berada. Dengan begitu, akan sangat mustahil bagi kita untuk menggapainya. Kemudian yang ketiga, dalam memilih kepengurusan untuk masa bakti berikutnya, ada pula beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, Ketua Kwarda Maluku masa bakti mendatang hendaknya agak jauh dari pimpinan partai politik di daerah ini sehingga kunjungan ke Kwarcab bukan lagi sebagai sebuah safari politik. Kemudian beliau juga hendaknya berkesempatan untuk setidaknya mampir Kwarda Maluku dan “menduduki” kursinya, katakanlah satu semester 1 kali, sehingga dalam 5 tahun kepengurusannya beliau akan ada di kantor Kwarda Maluku sebanyak 10 kali. Itupun masih terlalu sedikit, tetapi juga sudah sangat banyak, jika dibandingkan dengan Ka Kwarda masa bakti saat ini yang belum pernah sekalipun ada di kantor Kwarda Maluku. Kunjungan Ka Kwarda ke kantor hanya lewat sambutan-sambutan yang dibuat atas nama beliau dan dibacakan secara bergiliran oleh unsur pimpinan Kwarda yang berkesempatan hadir. Sementara untuk anggota pengurus yang lain hendaknya dipilih yang benar-benar memiliki komitmen dan kapabilitas untuk mengelola dan mendinamisir organisasi ini, dan bukan sebaliknya.
2. Fokus utama kepramukaan adalah untuk kaum muda (siaga, penggalang, penegak dan pandega). Oleh karena itu, hendaknya tetap dipahami oleh segenap anggota dewasa dalam Gerakan Pramuka ini bahwa apapun yang dibuat, harus sedapat-dapatnya memberikan manfaat bagi kaum muda itu. Jangan sebaliknya, kita mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya dari setiap aktivitas yang dilakukan atas nama mereka. Tentu kita masih ingat, bagaimana penderitaan dan terlebih lagi, malunya kita para Pramuka di Maluku, ketika ada peserta didik kita yang terpaksa harus menjadi tahanan selama dalam pelayaran kembali ke Ambon ketika selesai mengikuti kegiatan di luar daerah. Mereka menderita, trauma, dan mungkin juga dendam terhadap kita yang ketika itu mengambil keuntungan yang besar dan memberikan hanya sedikit bekal perjalanan mereka, sehingga sisa perjalanan pulang harus dijalani dari balik jeruji besi kapal laut. Ironis memang. Padahal ketika itu Ka Kwarda kita adalah seorang Wakil Gubernur di Provinsi ini. Atau, kita juga tidak ingin peserta didik kita yang mengikuti Lomba Regu pura-pura di tingkat daerah (LT IV) karena hanya 1 kwarcab saja yang mengirimkan pesertanya, dan mereka “diadu” dengan dua regu lain yang diambil dari Gudep di dekat lokasi kegiatan. Aneh juga sih, tapi itulah yang terjadi. Mestinya kan tidak seperti itu penyelesaiannya. Kalau hanya ada 1 regu peserta, ya langsung saja ditetapkan sebagai pemenang, dan bukan diadu lagi secara pura-pura, dan kemudian dibacakan Surat Keputusan Penilaian yang menetapkan mereka sebagai pemenang lomba pura-pura itu. Atau, kita tidak ingin kaderisasi di Dewan kerja Pramuka Penegak dan Pandega kita menjadi terabaikan dan bahkan terkebiri hanya karena kepentingan-kepentingan primordialistik kita. Walaupun kita akhirnya bisa mengirimkan beberapa adik kita ke Jambore akbar di Inggris, tetapi hendaknya diakui bahwa kita belum memberikan kesempatan yang lebih luas kepada mereka yang berprestasi untuk ikut diseleksi secara jujur dan adil. Hendaknya semua itu tidak lagi terjadi dalam kepengurusan masa bakti berikutnya. Apakah mungkin?
3. Anggota dewasa kita (para Pembina, Pelatih dan lainnya) telah mengabdi tanpa pamrih di berbagai jenjang organisasi ini. Karena itu selayaknyalah bagi kita untuk memberikan penghargaan yang terbaik bagi mereka. Penghargaan yang diberikan bukan untuk meng-“harga”-i mereka, tetapi semata-mata adalah pengakuan dan penghormatan atas loyalitas, dedikasi dan pengabdian mereka bagi kepentingan kaum muda dalam organisasi ini. Oleh karena itu, tidaklah pantas jika kita menentukan “harga” bagi penghargaan itu. memberikannya adalah kewajiban organisasi ini. Kita juga hendaknya tidak mendahulukan diri kita untuk dihargai daripada mereka yang di lapangan, di ujung tombak organisasi ini. Sebab jika dibandingkan, apalah artinya kita tanpa mereka.
4. Dukungan pendanaan dari pemerintah daerah sudah cukup baik bagi organisasi ini, walaupun seringkali kita dicurangi oleh oknum-oknum tertentu di birokrasi kita. Tetapi, hendaknya disadari oleh kita bahwa sesungguhnya mereka tidak akan berani seperti itu jika tidak ada di antara “orang kita” yang ikut “bermain” dengan mereka. Kita juga tentunya tidak ingin, bahkan lebih dari itu, sangat tidak ingin, ada di antara kita yang terpaksa harus menggunakan uang pribadinya untuk membiayai aktivitas organisasi kita ini, sama seperti yang selama ini kita dengar secara berulang-ulang. Entah sudah berapa banyak yang diberikan dari uang pribadi itu bagi organisasi ini. Oleh karena itu, kepengurusan masa bakti mendatang perlulah mendata ulang pengeluaran pribadi itu, dan sesegera mungkin agar diganti. Namun demikian, kita juga tidak menginginkan agar di tahun 2009 ini dan tahun-tahun berikutnya, rekening air, listrik dan telepon kita dibiayai dari 2 sumber seperti yang terjadi selama ini. Hendaknya kita dibijaksanai agar dana bantuan operasional dari pusat untuk apa saja peruntukannya, demikian juga dana operasional dri APBD pemda kita. Kita tentu sangat ingin agar jangan ada lagi duplikasi penganggaran seperti itu. jika sekiranya mungkin, lakukan pencatatan keuangan sesuai ketentuannya dan tidak dimanipulasi lagi. Laporkan pada setiap kali rapat kerja, karena itu kewajiban kita sebagai pengurus, dan hak rapat kerja untuk mendengarnya. Janganlah kita menganggap apa yang selama ini menjadi alas an sudah benar seperti apa adanya.
5. Dan yang terakhir, semoga Gerakan Pramuka Maluku di tahun 2009 ini senantiasa diberkati dan dirahmati oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan tugas pokok dan kegiatan-kegiatannya bagi masa depan generasi muda bangsa dan Negara ini.
Ambon, 31 Desember 2008
Saul R.J. Saleky, SE
Andalan Daerah Urusan Pramuka Peduli
Kwarda Maluku 2004-2009
Januari 21, 2009 pukul 11:18 pm |
Membaca surat terbuka kaka Saul R.J. Saleky Andu Pramuka Peduli Kwarda Maluku ini saya cukup bangga karena dapat melontarkan hal-hal yang di alami oleh Kwarda Maluku. Tetapi disamping rasa bangga tersebut ada beberapa hal yang perlu disampaikan antara lain.
1. Kesannya kakak ini menceritakan hal-hal tentang pendapat pribadi kakak tentang kwarda dan tertutup ambisi pribadi kakak yang haus akan jabatan dan sangat rakus terhadap kepentingan kakak sendiri.
2. kakak merupakan seseorang yang egoisme tertutup dengan ambisi terselubung kakak.
3. Seharusnya hal ini kakak sampaikan kepada pimpinan kakak di Kwarda bukan menyampaikannya secara terbuka di internet ( katanya seorang pramuka itu Patuh dan suka bermusyawarah).
4. Ternyata kakak sebagai seorang andalan hanya mencari kesalahan orang lain tanpa melihat dirikakak sendiri. Contohnya Jota yang harus menjadi konsumsi DKD ternyata dimainkan sendiri oleh kroni kakak tanpa menghiraukan DKD sebagai pelaksana. Katanya semuanya berpulang bagi anggota muda ternyata hanya dinikmati oleh kroni kakak sendiri.
5. orang-orang semacam kakak seharusnya tidak boleh ada di Pramuka karena sikap ketamakan dan ambisius kakak sendiri.
6. berkacalah kepada kegiatan yang pernah kakak kelola di Kwarda yang hanya diikuti oleh 15 orang yang nota bene adalah peserta yang berasal dari sangga kerja.
7. Berkacalah diri kakak walaupun kakak itu hebat tetapi dimanakah posisi kakak hanya sebagai seorang andalan tanpa pengetahuan formal di Gerakan pramuka bertanyalah pada diri kakak siapakan saya ini apakah seorang pembina? atau seorang fustrasi yang ambisius.
Camkan ini dan renungkan bukan hanya anda yang pakar di Pramuka sebagai seorang penjilat.
Agustus 19, 2009 pukul 7:33 am |
hmmmmm……………. kasihan sekali ya……. tapi begitulah Pramuka di Maluku…………. sudah tidak bisa membedakan mana baik dan mana buruk, mana pencuri dan mana pembina…. kasihan betul neh………….
Januari 29, 2009 pukul 3:06 am |
bos kenapa comentar yang ada pada berita ini tidak ditampilkan yang benar saja, mungkin situs ini adalah situs ilegal yang hanya membuat berita miring terhap Pramuka maluku. Pengecut
Juni 1, 2009 pukul 1:42 pm |
saya berpikir bahwa situs ini cukup bagus buat kita orang2. kenapa demikian karna sekarang ini orang lebih suka berinternet dari pada membaca koran dan disisni kan dunia bisa baca. kalau di media yang lain apalagi media masa lokal. nantinyakan cuma daerah yang tahu donk. kita kan jamannya globalisasi, jadi berita juga harus dilihat,didengar dan dirasakan oleh masyarakat global juga.
Februari 7, 2009 pukul 11:11 am |
HIIIIIIII
kalau ada yang ngamuk-ngamuk dari sebuah organisasi diliat dulu juga, apa organisasi itu dijalankan sesuai gak dengan ad/art nya, saya rasa ada saluran yang tersumbat dech……
ada gak rapat paripurna andalan, jangan cuman patuh dan suka bermusyawarah tapi hasilnya hanya jadi angin lalu saja,
lagi pula ambisi dalam diri seseorang itu harus ada dan terus dipelihara, apa lagi ambisi untuk menjadikan sesuatu menjadi lebih baik, maju brooooooooooo
yang pengecut siapa sich!!!! heran juga nih orang yangmengumbar kejahatan ya!!!!!!!!!!
tapi ini situs kan punya pribadi ya bukan atas nama kwarda maluku ya!!!! kalau diliat sich iya, GAK ILEGAL lah
Februari 10, 2009 pukul 6:04 pm |
saudara fredi yang sangat pengecut, terima kasih atas masukan anda. setelah saya melihat ip address anda, ternayat anda online dari warnet dan menggunakan nama alias untuk menyembunyikan identitas anda yang sesungguhnya. dari apa yang saudara kemukakan, saya bisa tau bahwa anda siapa. anda bukan orang yang jauh. kenapa anda tidak menggunakan nama anda sendiri???? saya sudah menghadap ka kwarda maluku dan sudah menyampaikan bahwa apa yang saya tulis ini tidak ada yang direkayasa. bahkan apa yang saya tulis adalah yang saya dengar sndiri dari mereka-mereka yang terkait dengan setiap persoalan itu. kegiatan pelatihan pbbm yang saya kelola hanya diikuti oleh 15 orang peserta itu juga merupakan hasil kerja mereka. surat-surat permintaan peserta yang tidak dikirimkan kepada kwarcab-kwarcab, ketidakpedulian mereka terhadap kegiatan itu daripada kegiatan lain di kwarcab aru dan maluku tenggara, adalah penyebab dari ketiadaan pesertanya. sebagai pelaksana saya juga meminta pertimbangan apakah kegiatan itu mau dilaksanakan atau dihentikan, ternayat diberikan signal, “jalan saja”. suopaya saudara tahu, semua yang terjadi dengan kegiatan itu adalah unsur kesengajaan dari mereka untuk menggagalkannya. siapa yang berambisi??? saya?? saya kira itu hal yang sangat wajar sebagai manusia normal. dan ambisi saya adalah untuk kepentingan semua pramuka di maluku, bukan untuk kepentingan saya sendiri atau teman-teman dekat saya. kegiatan jota selama ini dikelola oleh teman-teman saya???? wajar saja, mereka kan yang punya kemampuan untuk itu. apakah itu porsinya dkd??? iya, tetapi di manakah dkd selama persiapan, pelaksanaan dan pnyelesaiannya??? anda tdak tahu kalau mereka selama ini masa bodoh dengan kegiatan itu??? mereka lebih banyak mengikuti pola kerja yang diajarkan kepada mereka. malam tidur, bermimpi, besok bangun dan kerjakan. saya tidak menginginkan jabatan apapun untuk kepentingan saya. kalau untuk kepentingan banyak orang, kenapa tidak???? saya beritahukan anda juga, apakah pengetahuan formal yang anda maksud itu adalah kursus mahir??? kasihan sekali kalau begitu. ngatkah anda bahwa kepramukaan bukanlah sebuah ilmu??? bukan pula kumpulan naskah buku???? saya pernah didaftar untuk mengikuti kursu mahir dasar, tetapi hanya sebentar saja, karena hanya untuk membuang-buang waktu saja. pelatih yang mengajar saat itu masih bingung dengan AD dan ART Gerakan Pramuka. lebih baik saya kembali dan mengerjakan tugas-tugas pekerjaan saya. dan saya bukanlah orang yang tamak, loba, ambisius (yang negatif), atau apalah istilah yang anda pakai, dibandingkan dengan mereka. manakah yang lebih tamak, apakah jika saya melaksanakan sedikit hal untuk kepentingan banyak orang ataukah jika saya melaksanakan kursus atau apa saja dengan tujuan untuk kepentingan saya???? mereka membuat kursus pembina mahir dasar, dan diikuti dengan mahir lanjutan, dan sebulan kemudian ada “seleksi” untuk mengikuti kursus pelatih dasar, dan stelah itu kertika ada kursus pelatih lanjut mereka dengan berbagai alasan yang “agak logis” bisa mengikutinya? kalau anda membaca sisdiklat Gerakan Pramuka, saya kira anda bisa dengan jelas tahu, dan harusnya dengan jujur mengakui bahwa mereka itulah yang sepantasnya anda sebut sebagai yang tamak, loba, ambisius, dllnya. dan yang terakhir, mengapa sih anda tidak bisa dengan jujur menggunakan identitas anda yang sebenarnya????? kasihan sekali ya….. anda sagat pengecut
Februari 10, 2009 pukul 6:13 pm |
saudara beri, saya benar-benar sangat kasihan dengan anda, ketika anda memilih untk menggunakan nama yang lain untuk memberikan komentar di sini, anda sadar nggak sih???? tentunya anda memilih menggunakan nama yang lain dengan tujuan untuk menyembunyikan identitas anda, bagus itu…. supaya kami, dan smeua pembaca tidak tahu, siapa anda, tetapi kasihan sekali, sekali lagi, saya sangat kasihan dengan anda, bahwa ketika anda berusaha menyembunyikan kepala anda, justeru pantat dan kaki anda yang kelihatan…… dalam pertempuran, jika seseorang ditembak kena jidatnya, itulah satria, dan jika kena pantatnya, kasihan sekali, dia sangat goblok. dan saya kira anda adalah yang ke dua itu. kalau anda sadar, anda pastilah malu sendiri. dengan bersembunyi justeru anda memberitahukan identitas anda. ok lah, biar anda tidak terlalu goblok juga, biarlah saya ajarkan anda sedikit. yang tahu ada komentar yang diberikan terhadap artikel ini adalah orang yang memberikan komentar itu, administratornya. kalau anda menggunakan nama yang sama dengan dia yang memberikan komentar terdahulu, maka pastilah anda tetap tidak akan ketahuan identitasnya. tetapi ketika anda menggunakan nama yang lain, di situlah letak gobloknya anda. anda menggunakan nama yang lain, sementara admin saya belom meng”aprove” komentar anda, maka keihatan betapa bloonnya anda. kaciaaaaan deh loee….. ngaca gih….!!!
Februari 10, 2009 pukul 6:19 pm |
beri, apa ukurananya anda mengatakan bahwa ini adalah situs ilegal???? apakah ada pernyataan dari kami bahwa ini adalah situs resmi kwarda gerakan pramuka maluku???? tidak ada kan??? ataukah ada kewajiban bagi kami untuk mendaftarakan situs ini ??? jika ya, kepada siapakah kami harus mendaftarkannya??? tidak ada kan???? nah, apa artinya ilegal itu???? anda kalau mau gunakan satu kata, pikir matang-matang aa sih artinya, jangan asal ngomong saja. dari semua yang anda katakan di sini, saya tau siapa anda, saya pernah mendengar sendiri kata-kata seperti ini, terima kasih saja untuk anda yang memang sangat pengecut. ingalah, antara penjahat dan pahlawan itu sangat berbeda tipis, tergantung di mana anda berdiri dan memandangnya. ok???? belajar lagi donk, supaya lebih pintar….!!!
Maret 14, 2009 pukul 10:24 am |
KWARDA Maluku n Kwarcab Kota Ambon, Gimana tuch. masak ada Caleg yang jual tampangnya dengan berseragam Pramuka lengkap. saya sebagai Pramuka merasa ini merupakan pelecehan. ybs bernama Zaenab Sopamena, S.Ag. Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN), purna Saka Bhayangkara (padahal bhayangkara kan binaan Polri yang katanya pengawal UU). Yang saya tahu juga ybs adalah PNS (tapi udah berhenti apa belum saya tak tahu). Tolong mungkin lewat blog ini hal ini bisa ditanggapi. karena kayaknya kwarda dan kwarcab kota ambon mandul dalam menanggapi hal ini. Dan bukan rahasia umum Kalo kakak Josep Banea (Pengurus Kwarda) adalah juga caleg (konon kabarnya gitu!), tapi apa menggunakan Pramuka ini sebagai gerbongya juga???(may be yes, may be no). seperti Kwarda yang diarahkan untuk mendukung ka Kwardanya dalam Pilkada Maluku (sumbernya dari blog ini juga loh).
April 5, 2009 pukul 7:06 pm |
sekian lama sudah aktifitas di kantor kwarda memakai air yang di curi dari PT. DSA. dan kini giliran aliran listrik di yang padam. Ini bukti ketidak beresan para Sekretaris dan Wakil Sekretaris yang selama ini bercokol bak penguasa dwitunggal di kwarda maluku. mari kita maknai kondisi ini lebih luas
Juni 1, 2009 pukul 1:23 pm |
wah jadi kwarda sekarang tukang maling ya, padahal pramuka itu diajarkan berperilaku yang baik, sopan, berjiwa besar, kalau pramuka skarang suka mencuri gimana tanggapan masyarakat nantinya. anda katakan bahwa sekretaris kawarda maluku dan wakil sekretarisnya kurang becus untuk mengurus kwarda terus tanggapan kakawarda gimana, beliau sudah tau belum, kalau sudah tahu terus tidak ditangani berarti wah tak sanggup kukatakan lagi. berarti ada apa di balik ini. apa beliau setiap hari urus partai aja sehingga tidak melihat kwarda lagi. saran saya kakwarda diganti udah biar jagan salahi aturan terus kan beliau ketua partai masa masih di bolehkan jadi kakwarda, berarti aturan yang dibuat oleh pramuka itu gimana. ataukah aturan dibuat hanya untuk dilanggar, apakah sekretaris tidak mengatakan padanya tentang aturan yang berlaku di pramuka. jagan alasan tunggu musda lagi, kan sudah jelas tetang aturan main di pramuka. kalau mereka belum tahu tentang aturan itu bilang mereka pi mati pi.
April 20, 2009 pukul 3:37 pm |
buat saul, apa semua artikelmu itu benar??????????
ataukah anda hanya ingin menjelek-jelekan orang lain????
apakah semua yang anda lontarkan ada nilai kebenatannya????
September 2, 2009 pukul 8:33 am |
sangat benar…. untuk apa saya menjelek2an orang lain?????
April 20, 2009 pukul 3:42 pm |
buat saul maupun beri, jika ingin memberikan komentar, tolong liat dulu apakah semua yang anda lontarkan semuanya benar ataukah tidak. jangan hanya ingin menjatuhkan orang lain dan tidak mau menetima tanggapan dari orang lain.
September 2, 2009 pukul 8:40 am |
saya sangat bersedia menerima tanggapan oranglain walaupun itu berbeda sekali dengan pendapat saya….tetapi yangmesti diingat adalah…. orang yang memberikan tanggapan itu juga HARUS MENGGUNAKAN INDENTITASNYA SENDIRI. jangan menyamar, menyembunyikan kepala tetapi pantatnya kelihatan… ok???? salam bro…. anda juga sangat pengecut… g gunakan indentitas anda …. bravo…
April 20, 2009 pukul 3:51 pm |
setiap malam saya lewat didepan kantor kwartir prmuka maluku. kok setiap malam, lampunya padam terus sih,,,,,!!!! ada apa sebenarnya????? saya juga prihatin dengan kondisi ini karena saya juga merupakan aktifis pramuka. mohon penjelasannya.
September 2, 2009 pukul 8:41 am |
bro… penjelasannya adalah…. semua yang tertulis di blog ini… baca aja deh… jelas sekali itu…
April 20, 2009 pukul 4:03 pm |
saya sepengapat dengan komentarnya saudara fredi.sebenarnya ka saul merupakan seorang yang ambisius dan pengecut. mengapa demikian??????
karena jelas terlihat bahwa semua kesesalan ka saul, tidak disampaikan kepada pemimpinnya. tetapi di posting lewat internet. inilah tipe lelaki pengecut. kalo berani, nyatakan langsung jangan main di dunua maya.
September 2, 2009 pukul 8:46 am |
hehehe….bukankah anda yang seperti itu???? saya sudah dipanggil secara tertulis oleh Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Maluku yang isi suratnya adalah untuk mempertanggungjawabkan dan mengklarifikasikan isi tulisan saya di blog ini. dan anda tahu, apa yang terjadi?????????? saya dan kakwarda dengan ditemani oleh rekan andalan daerah yang lain, hanya ngobrol biasa saja…..dan kami sudah sampaikan untuk kakwarda kondisi yang selama ini terjadi seperti apa… saya katakan bahwa apa yang saya tulis adalah yang saya lihat, alami, dan dengar sendiri dari cerita mereka yang selama ini pura2 setia untuk kakwarda, padahal di dalam pikiran mereka adalah keserakahan untuk sebuah jabatan kepala dinas dan kontraktor kepercayaan jika kakwarda terpilih menjadi gubernur maluku waktu pilkada kemarin.. ok?????? it’s true story….. saya juga punya bukti dan saksi, ketika kakwarda dengan didampingi oleh mereka itu tiba di Kwarcab MalukuTenggara dan Kepulauan Aru, bagaimana keadaannya…… satu pertanyaan saya untuk anda…. bolehkah seorang anggota Gerakan Pramuka menggunakan seragam pramukanya dan dilapisi dengan rompi partai politik ?????? anda tahu sendiri jawabannya…. karena anda juga adalah bagian di dalamnya…. ok?????
April 20, 2009 pukul 4:05 pm |
saya sepengapat dengan komentarnya saudara fredi.sebenarnya ka saul merupakan seorang yang ambisius dan pengecut. mengapa demikian??????
karena jelas terlihat bahwa semua kesesalan ka saul, tidak disampaikan kepada pemimpinnya. tetapi di posting lewat internet. inilah tipe lelaki pengecut. kalo berani, nyatakan langsung jangan main di dunua maya. malo mau main, main di dunia nyata
Juni 1, 2009 pukul 1:35 pm |
kalau brother tidak setuju dengan kak saul, tapi saya sangat setuju sekali. kenapa demikian? karena di tahun-tahun sebelumnya itu sudah keluar di media massa tapi apa tanggapan kakawarda pada saat itu? nonsen. sejak saat itu DKD-M seperti ayam kehilangan induknya. . kalau ada kegiatan yang di Motori oleh DKD aja dana tidak boleh diketahui. loh inikan organisasi bukan perusahan leluhur. organisasikan harus transparan soal dana dan sebagainya. jadi sapa yang salah. saya berpikir pada saat itu kalau memang kak saul tu salah kanapa tidak dibina padahal waktu itukan kak saul masih peserta didik. berarti kesimpulannya mereka tidak berjiwa besar. untuki menerima kritikan dari yang lain padahal itu kritikan untuk membangun. sorry sebelumnya tapi ini realita. dan saya sala satu orang yang kena dampaknya. saya tidak perna pilih sapa2, yang saya pilih mana yang saya rasa benar. by
Juni 2, 2009 pukul 9:21 am |
broter, untuk ketahuan anda, saya sudah ketemu ketua kwarda maluku. saat itu saya dipanggil secara tertulis terkait dengan isi tulisan saya ini. ternyata, saat ketemu beliau, kami hanya ngobrol biasa saja. dan untuk ketahuan anda juga, saya sudah kemukakan semuanya kepada ketua kwarda maluku. dan semua yang selama ini terjadi tanpa sepengetahuan beliau sebagai ketua. anda juga kaki tangan mereka ya???? selamat ya???? anda yang pengecut, ga berani pakai nama sendiri, pakai nama orang lain untuk bersembunyi. saya juga tahu siapa anda sebenarnya dari ip address yang anda gunakan. ingat bro, saya adminnya. OK???
Mei 2, 2009 pukul 8:38 pm |
hehehe…. begitulah buktinya…. kalau dibilang yang benar malah balik macam-macam. kapan PT DSA sweeping???
Mei 2, 2009 pukul 8:42 pm |
kasihan pramauka di maluku…. semakin hari semakin tak jelas, mau dijadikan apa ini organisasi yang mendunia. begitulah kalau hanya dikelola oleh pemilik yang merasa bahwa mereka mendapat warisan dari nenek moyangnya…… bagaimana masa depan generasi muda pramuka maluku di masa depan????
Juni 1, 2009 pukul 1:07 pm |
genarasi muda pramuka di masa depan adalah generasi leluhur juga, itukan warisan nenek moyangnya. biar esok-esok lampu padam, air mati, itu semua bagian dari peninggallan leluhur. kasiaan ya mereka yang nanti akan tumbuh karena kena dampak leluhur mereka pula.
Agustus 13, 2009 pukul 7:31 am |
Slmt pagi semuanya, hari ini, Pramuka ulang tahun lagi…dah tambah tua… tapi sayang sekali di Kwarda Maluku, masih tidur lelap…. bagaimana mungkin bisa maju???? Mimpi kali yeee???? Salam u teman2 seperjuangan
Agustus 18, 2009 pukul 12:11 am |
saya tidak yakin terhadap berita yang dimunculkan dalam situs ini kok, beritanya semua adalah berita jelek semua kok tidak ada berita yang baik-baik. saya yakin juga situs ini merupakan situs ilegal dari pramuka maluku yang dibuat oleh orang-orang fustrasi. sebagai seorang andalan kak saul juga tidak malu ya, apalagi sebagai seorang pramuka yang patuh dan suka bermusyawarah. pertemuan kakak dengan kak kwarda sebenarnya kakak kwarda ingin menjatuhkan sangsi kepada kakak tetapi beliau bersikap adil katanya karena kakak masih muda dan berpeluang besar sehingga beliau memaafkan kakak. jangan memutarkan faktanya kak.
kak saulkan berambisi menjadi sekretaris kwarda? ikut mekanismenya. untuk kak Kenro kejadian anda itu merupakan kesalahan anda sendiri, apa anda mengalami masalah di jakarta anda pernah hubungi pimpinan kwarda. yang anda hubungi hanya Non muskita dan saul saleky kan. jangan mengungkin masalah.
September 2, 2009 pukul 8:36 am |
hei bro…. i know who are u… ok???? dont make u’r opinion with other name…. anda sangat pengecut… anda sangat tahu tentang persoalan yang terjkadi, so… anda adalah bagian penting dari persoalan itu… g usah pake nama yang lain deh…. angin pun tahu siapa anda…. kasihan sekali ya…. by the way… selamat deh…. ambisi anda sudah tercapai…. saya sudah lihat skepnya bro….
September 2, 2009 pukul 8:49 am |
anda yang ketemu kakwarda atau saya????? anda tahu g???? saat ketemu kakwarda saya tidak sendirian, tetapi didampingi oleh seorang teman pengurus yang lain….dan kakwarda juga didampingi oleh seorang mantan wakakwarda maluku…. ok???????
Agustus 19, 2009 pukul 7:39 am |
tau g????? di kantor kwarda Maluku g ada bendera merah putih d halamannya…. di saat semua orang memasang bendera hias, d sana cuma ada 7 bendera hias yang sudah lusuh…. kasihan sekali ya….????