“Menyedihkan” itulah kata-kata yang terucap tepat tanggal 13 Agustus 2008, sehari menjelang 47 tahun Gerakan Pramuka di Indonesia berusia, kita di bumi Siwa Lima hanya bisa menitikan air mata haru ketika hanya bisa mendengar betapa meriahnya para Pramuka di daerah lain merayakan harinya. Kondisi ini memang bukan suatu hal yang baru, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka bagaikan berada dalam masa penjajahan, ketergantungan dana dari pemerintah daerah menyebabkan hal ini terjadi, padahal dana yang disiapkan oleh pemerintah Provinsi Maluku sangat memadai, bahkan bisa dibilang lebih dari cukup. Kondisi ini makin menyedihkan kala oknum pengurus Kwarti Daerah bermain mata dengan pengelola dana guna memperkaya pribadi mereka sendiri. Kita lihat saja pengelolaan manajemen di Kwarda Maluku, bisa dibilang Organisasi sebesar ini hanya dikelola oleh beberapa orang saja dengan seenak perut mereka, aturan organisasi selalu dikesampingkan bahkan dianggap tidak ada. Keputusan yang keluar hanya merupakan keputusan segelintir orang saja tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari para Andalan Daerah. Ketika menghadap ke Ketua Kwartir mereka para penjahat bersetangan leher ini mengaku kalau kebijakan yang mereka usung merupakan kesepakatan para Andalan Daerah, tetapi sebaliknya dihadapan para Andalan mereka mengatakan bahwa ini fatwa dari Ka Kwarda. Ini merupakan pola yang telah kurang lebih sepuluh tahun dimainkan oleh mereka, sehingga ada mata rantai yang putus yang dapat dimanfaatkan mereka dengan oknum pengelola dana dari Pemerintah Provinsi Maluku. Bukan saja para Anda yang diseringkali dikebiri, DKD Maluku juga dianaktirikan bahkan hanya dijadikan kuda tugngangan bagi mereka, belum lagi Gerakan Pramuka Maluku diarahkan ke dunia politik secara diam-diam, dengan mengagendakan kegiatan Ketua Kwartir Daerah Maluku yang nota bene adalah salah satu ketua Parpol di daerah melantik Ka Kwarcab se Maluku ini bersamaan dengan jadwal kunjungannya guna menggalang masa dalam rangka Pemilukada.
Kita lihat kemarin ketika Kwarda Maluku mengikuti Raimuna Nasional IX Tahun 2008 di Cibubur, kegiatan ini memang benar-benar dijadikan mereka sebagai ajang memperkaya diri, dari dana yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Maluku sebesar 400an Juta rupiah, sebany 150an juta rupiah yang raib digondol maling bersetangan leher. Lihat saja dari dana yang dialokasikan untuk pembelian sleeping bed bagi peserta, tidak satupun peserta yang medapatkan hak mereka ini, belum lagi sejumlah dana yang fiktif. Ini baru saja 150an juta rupiah dari satu kegiatan, namun bila dihitung-hitung dalam setahun anggaran maka bisa dibilang sekitar 500an juta rupiah yang hilang dari kas Pemerintah Daerah guna membiayai Gerakan Pramuka di Maluku dan hal ini telah berlangsung kurang lebih sepuluh tahun. Akankah kita yang sebagai Pramuka Sejati yang memiliki Satya dan Dharma akan hanya melihat hal ini terjadi, atau bangkit dan melawan para penjahat bersetangan leher ini dan menggiring mereka meja hijau, apakah mereka ini masih pantas disebut Pramuka!!! Silahkan anda-anda yang menilai.
Dirgahayu Pramuka Indonesia
Agustus 15, 2008 pukul 5:17 pm |
Salam Pramuka, selamat hari jadi Pramuka Indonesia….
saya kemarin pagi kebanjiran sms dari teman-teman Pramuka lainnya di Maluku. isinya beragam, tapi intinya cuma satu, ucapan selamat hari pramuka. Saya senyum-senyum sendiri membaca pesan-pesan singkat itu. senyum sambil miris, karena Pramuka di Maluku seperti hantu, antara ada dan tiada. ada kalau upacara, jambore, raimuna, lomba tingkat. tapi latihan rutinnya tiada. kalau kepramukaan adalah untuk membina watak, karakter, mestinya latihan rutinnya rajin, jamborenya, bisa saja tidak perlu ikut. tapi apa mau dikata, itulah sebagian potret buram Pramuka Maluku di saat ulang tahunnya ke-47 ini
Agustus 15, 2008 pukul 5:19 pm |
Baguslah kalau memang sudah ada kesadaran indikasi maling bersetangan leher di Maluku ini. Ayo berjuang berantas mereka. Siapkan jambore mereka di balik jeruji penjara.
Agustus 31, 2008 pukul 10:26 pm |
salam pramuka…
salut saya atas media ini…memang pramuka maluku merupakan “pramuka antara ada dan tiada”.
banyak anggaran yang ditilep oeh maling yang mengatasnamakan pramuka di propinsi maluku ini.
seharusnya Ka Mabida atau Ka kwarda dapat memberikan sangsi yang berat terhadap para oknum tersebut…salah satu caranya datangkan saja BPK ke Kwarda Maluku untuk mengadakan audit terhadap anggaran pramuka…..
maju terus “Kapatabaru”
Agustus 31, 2008 pukul 10:35 pm |
TOLONG INFO-NYA DONG……
PERSONIL KAPATABARU SIAPA2:
THANKS BEFORE…
MAJU BRO…KATAKAN BENAR KALAU BENAR….
SALAH KALAU SALAH………….
September 2, 2008 pukul 12:10 am |
Kepada bung Saul dan bung Agus Tuanubun jangan memfitnah ada maksud apa anda menulis begini dan semua orang sudah tahu reputasi anda di Pramuka jangan karena sebuah kepentingan memfitnah orang lain. Ingat Saul waktu anda di DKD Maluku karena ambisi menjadi ketua DKD anda memfitnah dan mencampakan sesama anda. jangan menganggap dirimu bijak tetapi sebenarnya andalah yang merusak Gerakan Pramuka di maluku tahu diri sadiki.
kepada bung Agus jangan mau dijadikan ajning penjilat pantatnya saul.
September 3, 2008 pukul 2:14 pm |
Siapa yang memfitnah siapa nih, saya rasa semua yang ditulis ini merupakan suatu kenyataan, dan tak ada seorang pun yang bisa membungkam rahasia ini. Saya semasa masih menjabat DKD pernah diangkat menjadi Staf Urusan Dalam di Kwarda Maluku, di akhir tahun saya di kasikan sebesar 300.000 rupiah, padahal saya sudah menandatangi kuitansi proyek 3.400.000 walaupun jumlah uang yang tertera di dalam kuitansi itu ditutupi dengan sengaja, agar saya tak melihat jumlah berapa yang saya tandatangi, tapi mereka lupa kalau semalam saya sudah ditunjukin rekapitulasinya. Dan yang membuat saya semakin heran kenapa kejadian ini masih saja terjadi di Kwarda Maluku.
September 3, 2008 pukul 2:20 pm |
Kwarda Maluku semakin kehilangan orang dewasa yang jujur, saudara Prihatin yang harus anda prihatin kepada Kwarda Maluku, kenapa anda menuding orang lain,berkacalah dan katakan dengan jujur………….
hanya demi kepentingan pribadi kwarda Maluku digiring, bukti banyak kok……. dan semoga aja admin kapatabaru akan memuat tulisan yang lebih seru lagi
thanks buat kapatabaru… bongkar terus kedok maling bersetangan leher
September 9, 2008 pukul 5:36 pm |
saudara prihatin, anda siapa sih? kok berani-2nya anda katakan bahwa saya semasa di dkd maluku berambisi untuk menjadi ketua dkd maluku dan tega memfitnah sesama. yang anda maksud itu kan yang sementara anda gadang-gadang untuk menjadi wakil sekretaris di kwarda maluku kan??? saya sudah tau siapa anda sebenarnya. jangan anda mencoba untuk mengalihkan pembicaraan. anda seharusnya yang tahu diri. apa sih yang anda buat selama ini ????? siapa menjilat siapa sebenarnya??? hayo, ingatlah baik2…. saya akan menulis tentang keberadaan “putera mahkota” anda semasa saya di dkd maluku. saya merasa perlu sekali untuk membuatnya agar anda juga tahu, bahwa andalah yang seharusnya tahu diri. kebenaran itu biar disembunyikan, ditekan, ditindas dengan cara apapun juga tidak akan pernah hilang. ingat bahwa dunia ini tidaklah terlalu luas untuk tahu siapa anda, dari mana anda koneksi internet dan isp apa yang anda pakai. OK???? Salam Pramuka untuk semuanya
September 15, 2008 pukul 11:10 pm |
Pertama saya sampaikan dengan dilantiknya bpk karel dan asagaf menjandi gubernur dan wakil untuk provinsi yang kita cintai ini maka saya mengucapkan selamat dan semoga sukses dalam pekerjaan!
dan untuk pramuka maluku sudah tentu mendapatkan ka mabida Kwarda Maluku ! jauga slamat jga buat Pramuka ! ok
…………………………………………………
Satu Buah kata bijak :
Kita inging mejadi (Pencinta Cinta) tapi apakah cinta dapat mencintai kita ???
…………………………………………………
Oktober 17, 2008 pukul 5:54 pm |
salam pramuka….. kwarda maluku semakin lama semakin tidak karuan. 2 bulan tidak ada aktivitas di kantor kwarda, padahal air, listrik dan telpnya saja dibayar dari 2 sumber. sartunya dari dana rutin kwarnas, dan satunya lagi dari apbd pemda maluku. kasihan juga ya… tapi saya bingung juga bagaimana staf kwarda bagian keuangan membuat bukti pengeluaranya?? kwitansi air, listrik dan telpon kan hanya diberikan 1 lembar untuk pelanggan. bagaimana caranya mereka membuat bukti pengeluaran untuk kwarnas dan pemda terhadap 1 item pengeluaran??? ataukah jangan-jangan salah satunya hanya diberikan yang copian??? aneh, tapi nyata… di kwarda Gerakan Pramuka Maluku yang tiap tahun bertaburan melati
Oktober 17, 2008 pukul 5:58 pm |
yag saya tulis itu bukan isu, tapi kenyataan. bahkan orang dari biro kesra pemda maluku yang mengeluh kepada teman saya dan saya diberitahu olehnya.tega sekali orang-orang yang katanya sudh jadi PRAMUKA sejak anak-anak? ataukah sekarang masih KEKANAK-KANAKAN????? walahualam
Desember 17, 2008 pukul 4:12 pm |
munas pramuka sudah usai, pasti ada harapan2 baru dari forum tertinggi dalam Gerakan Pramuka tersebut. tetapi bagi saya, tidak ada harapan apa-apa bagi Kwarda Maluku. aneh, tapi nyata. alasannya???? tebak sendirilah ya….
Desember 18, 2008 pukul 11:57 pm |
selamat buat pramukan di indonesia yang telah melaksanakan munas…………………..
namun haruslah kita ingat bahwa kemerdekaan suatu bangsa tidak hanyalah berdasarkan hari atau kata merdeka saja namun kebebasan untuk hidup dan dapat menciptakan inspirasi alam hiupnya dan bagi orang lain…….!!!!!!
buat bung saul, agus, prihatin, dan pramuka maluku yang lainnya untuk berdoa dan berkerja agar pramuka di maluku dapat berkembang dan menghasilkan mutu manusia maluku yang dapat bersaing disegala bidang…… karena kalau hanya kita menghabiskan waktu untuk berkelahi tanpa memikirkan masadepan rakyat maluku maka kita sama saja dengan profokator yang telah berhasil menghancukan masyarakat maluku….
untuk itu jadilah saya kalu anda adalah saya
untuk itu jadilah kamu kalu anda adalah kamu
untuk itu jadilah dia kalu anda adalah dia
ok……..?
jangan berselera untuk saling menyalahkan orang lain sebelum bisa menyelahkan dirisendiri !!!!!!
Desember 19, 2008 pukul 12:33 am |
kantornya kok tutup terus ????
Desember 19, 2008 pukul 12:50 am |
selamat atas pelaksanaan munas pramuka
tapi aku punya catatan buat pramuka maluku yang nantinya saya akan up tu date tanggal 23 des 2008 ya!!
Desember 25, 2008 pukul 6:43 pm |
untuk saudaraku sayang dilale. untuk anda tahu, di kwarda maluku sudah mati pramukanya. kwardanya sekarang menjadi perusahaan pribadi. wajar sekali kalau saya ngomong di sini, sudah tidak ada jalan lain. justru saya memikirkan masa depan anak-anak muda maluku di Gerakan Pramuka makanya saya harus ngomong di sini. kalau anda jalan-jalan ke kwarda maluku (kantornya di epan rumah dinas walikota ambon), beruntung kalau nasib anda lagi bagus ketemu dengan pemilik perusahaannya. biasanya kantornya tutup terus. hanya buka kalau pemiliknya datang. saya salah satu pengurus di kwarda maluku, tapi mau ngomong ke mana? mau ngomong ke siapa? pengurusnya saja tidak pernah rapat. pusing bro, ngurus pramuka di maluku. 10 tahun kondisinya seperti ini. kapan lagi kalau tidak sekarang?
Desember 28, 2008 pukul 2:06 pm |
kita beerjuang bukan sekedar provokasi tapi untuk membuat kwarda maluku menjadi lebih baik dari kondisi 10 tahun terakhir.
JANGAN ADA LAGI :
augustinus robert yang harus menandatangi kuitansi honor yang ditutupi berapa jumlahnya oleh sekretaris.
JANGAN ADA LAGI:
ken rogers latuher dan ely rupisiay yang harus mendekam didalam penjara KM Dobonsolo hanya karena ongkos kapal yang diberikan tidak cukup untuk sampai di ambon
JANGAN ADA LAGI:
saul saleky dan edwin pattinasarani yang hampir beradu fisik hanya karena diprovokasi sama sekretaris kwarda
JANGAN ADA LAGI !!!!
Kita Harus Berani Mengakhiri ini semua.
Kiranya Tuhan Menyertai Perjuangan Kita
Februari 6, 2009 pukul 6:05 pm |
maju terus bro’s GOD be Bless u. Viva forever
Februari 6, 2009 pukul 6:10 pm |
MAJU TERUS BRO’S God be Bless u