Ambon, Global.
Komunitas Praja Muda Karana (Pramuka) Kwarda Maluku pastilah berbangga hati bila pemerintah daerah memiliki kepedulian yang tinggi terhadap mereka. segala fasilitas guna menuju kemajuan organisasi ini tentunay sangat didambakan mereka. Sayang impian dan kebanggaan mereka pupus setelah pembangunan infrastukur yang dinanti-nantikan ternyata begitu mengecewakan.
Hasil pantauan Global di lapangan menyebutkan, pembangunan Gedung Cadika di bumi perkemahan Cabang Pendidikan Pramuka di lokasi Desa Suli Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah ternyata jauh dari apa yang diharapkan.
Pelaksana kegiatan yang diketahui dikerjakan oleh Betty Pattikaihattu itu diduga tidak sesuai perencanaan alias menyimpang. Indikasi penyimpangan tersenut tampak pada pekerjaan fisik di lapangan. Hal mana pembagnunan yang berasa dari APBD tahun anggaran 2006 ini ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Pekerjaan yang terkesan tidak bertanggung jawab itu nampak pada lantai dasar (ubin-Red) yang sudah megnalami keretakan alias pecah-pecah.
Selain lantai dasar yang sudah pecah, beberapa pintu pada ruangan itupun tidak dikerjakan. Akhirnya pintu yang tidak dikerjakan tersebut terlihat hanya dipalang menggunakan kayu. Amburadulnya pekerjaan senilai ratusan juta itu juga terlihat pada langit-langit(plafon-red) gedung yang mulai membusuk dan akhirnya berjatuhan.
Pelaksanaan proyek sesuai kalender kerja April sampai Juli 2006 itu ternyata banyak kekurangannya. Kekurangan tersebut antara lain rumah kunci yang biasanya terpasang pada pintu tidak kelihatan disana.
Oleh karena itu, proyek tersebut jika dibandingkan dengan volume pekerjaan diduga terjadi penyelewengan. Sumber terpercaya Global mengetengahkan, ketidak beresan pekerjaan yang dilakukan Pattikaihatu bertujuan hanya untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya.
Dengan demikian kata sumber, fakta-fakta dilapangan terbukti pekerjaan yang diduga tidak beres, dan itu sudah dapat dijadikan bukti awal.
“Kita mau bilang apa, smua fakta lapangan sudah nampak dengan jelas di depan mata kita. Memang bukan menuding, tetapi ini objekti sifatnya bahwa pekerjaan itu tidak beres,” ungkap sumber.
Terkait pelaksanaan proyek yang tidak sesuai besteknya itu, sumber meminta pihak penegak hukum dalam hal ini menelusuri dugaan penyimpangan yang merujuk pada kerugian negara.
Bagi dia, kendati proyek tersebut bukan tergolong mega proyek, tetapi dari sisi pemanfaatan sangat membantu kreatifitas pemuda. Lagi pula meski nilai proyeknya bukan milyaran rupiah tetapi dugaan penyelewengan dana ini perlu di ditindaklanjuti.
Pembangunan Gedung Pramuka Amburadul Jumat, Nov 2 2007
Tak Berkategori Tabaos 10:33 pm