Pengantar

Hari Ulang Tahun merupakan saat bagi kita untuk mengadakan perenungan ulang terhadap perjalanan panjang selama setahun yang telah dilewati. Tidaklah berlebihan apabila setiap kita yang berulang tahun semakin memantapkan komitmen untuk memasuki fajar baru yang lebih cemerlang. Momentum peringatan hari ulang tahun juga merupakan kesempatan untuk meneguhkan eksistensi kita dalam upaya mencapai tujua yang diidam–idamkan. Gerakan Pramuka sebagai salah satu komponen masyarakat, bangsa dan negara yang dalam bulan Agustus ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-46 pada tanggal 14 Agustus 2007, tidak terlepas dari kondisi seperti di atas. Artinya, Gerakan Pramuka hendaknya memanfaatkan kesempatan hari ulang tahun kali ini untuk merenungkan kembali keberadaannya.
Gerakan Pramuka memiliki tiga ciri pokok yang melekat, yang perlu direfleksikan ulang oleh setiap unsur / perangkatnya. Ciri yang pertama adalah sebagai organisasi pendidikan nonformal. Dengan ciri ini, secara jelas dapat diketahui bahwa Gerakan Pramuka dalam upaya mencapai tujuannya, menyelenggarakan aktivitas-aktivitas yang berlandaskan pada Prinsip Dasar Kepramukaan dan menggunakan Metode Kepramukaan. Ada yang dididik dan ada pula yang mendidik, serta ada pula yang mendukung proses pendidikan tersebut. Para Pramuka adalah peserta didik dan para Pembina sebagai pendidik. Sementara itu, pengurus organisasi di semua jenjang adalah pendukung bagi kelancaran pelaksanaan pendidikan. Hal ini berarti pula para Pembina dan Pramuka merupakan indikator keberhasilan Gerakan Pramuka dalam mencapai tujuannya. Artinya bahwa eksistensi dan kinerja Gerakan Pramuka akan diwujudkan melalui penampilan dari para Pembina dan Pramuka yang ada di Gugusdepan.
Ciri yang kedua adalah keberadaan Gerakan Pramuka sebagai organisasi kemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan watak, mental dan budi pekerti generasi muda dengan menggunakan kepramukaan di alam terbuka, yang disesuaikan dengan keadaan, perkembangan dan kepentingan baik kaum muda maupun masyarakat, bangsa dan negara. Dengan ciri ini, menunjukan bahwa keberadaan Gerakan Pramuka hendaknya dapat dirasakan manfaatnya baik oleh masyarakat, bangsa dan negara, dan sebagai imbalannya, maka penerimaan dan pengakuan dari masyarakat terhadap Gerakan Pramuka akan terwujud, antara lain melalui ketersediaan tenaga sukarelawan yang berfungsi sebagai pembina, pelatih pembina, pengurus maupun majelis pembimbing. Dukungan lainnya adalah dalam bentuk “sumbangan” sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan pembinaan para Pramuka.
Selanjutnya, ciri yang ketiga yang melekat pada Gerakan Pramuka, yakni sebagai alat perjuangan dalam mewujudkan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, disadari atau tidak, Gerakan Pramuka pada hakekatnya merupakan salah satu alat bagi pembinaan generasi muda bangsa dalam berbagai aspek, dengan penekanan pada sikap dan perilaku (moral) dari para Pramuka.

(lagi…)