Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (PBBM/CBDRM = Community Based Disaster Risk Management) Kwrda Gerakan Pramuka Maluku Selasa, Okt 16 2007 

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Maluku akan menyelenggarakan PPBBM/CBDRM 2007 yang direncakana akan dilaksanakan selama 6 (enam) hari pada tanggal 21-26 Oktober 2007 bertempat di Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Maluku, Bumi Perkemahan Lorihua, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah dengan Tema: “Gladi diri guna tingkatkan bakti bagi masyarakat”

Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (PBBM/CBDRM = Community Based Disaster Risk Management) adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan dasar praktis bagi anggota Gerakan Pramuka sebagai bagian dari masyarakat untuk lebih siap menghadapi bencana.
Tujuannya secara umum adalah :
1. Meningkatkan kesadaran dan kesiap-siagaan masyarakat, terutama pada daerah-daerah yang rawan bencana.
2. Memperkenalkan cara membuat peta bahaya setempat.
3. Memperkuat kemampuan masyarakat dalam menanggulangi bencana dengan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait.
4. Mengembangkan organisasi bencana di daerah.
5. Memperkaya pengetahuan masyarakat dengan pendidikan tentang bencana.
6. Mempertinggi kesadaran masyarakat akan lingkungan hidup.
7. Membina kemampuan masyarakat yang mandiri.
yang secara keseluruhan pada akhirnya bertujuan untuk mengurangi dampak bencana bagi masyarakat dan lingkungan.

Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan intensif ini, akan diikuti oleh unsur dari Kwarda Gerakan Pramuka Maluku dan Kwarcab se Maluku. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah: Ceramah dan tanya jawab bervariasi, Diskusi dan Kerja Kelompok, Peninjauan dan Observasi Lapangan serta Peragaan dan Simulasi.

Materi yang disajikan dalam PPBBM/CBDRM 2007 meliputi: Kepramukaan,Wawasan Kebangsaan, Konsep Dasar Seputar Bencana dan Paradigma Penanganan Bencana,Siklus Penanganan Bencana, Mitigasi dan Kesiapsiagaan,Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Sphere Humanitarian Standards, CBDRM/Penanganan Bencana Berbasis Masyarakat, Teknik Dasar Advokasi,UU Penanggulangan Bencana. Dengan Nara sumber yang berasal dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Satkorlak PBP Provinsi Maluku, Kodam XVI/Pattimura, BMG Maluku, Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Maluku, ORARI Daerah Maluku, dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Maluku.

Dengan akan dilalaksanakannya PBBM/CBDRM semoga setiap anggota Gerakan Pramuka khsusnya di Maluku dapat menyadari bahwa: Wilayah NKRI (khususnya Provinisi Maluku) memiliki kondisi geografis, geologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dampak psikologis, dan korban jiwa yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional.

Quo Vadis Gerakan Pramuka Maluku ? Senin, Okt 15 2007 

Pengantar

Hari Ulang Tahun merupakan saat bagi kita untuk mengadakan perenungan ulang terhadap perjalanan panjang selama setahun yang telah dilewati. Tidaklah berlebihan apabila setiap kita yang berulang tahun semakin memantapkan komitmen untuk memasuki fajar baru yang lebih cemerlang. Momentum peringatan hari ulang tahun juga merupakan kesempatan untuk meneguhkan eksistensi kita dalam upaya mencapai tujua yang diidam–idamkan. Gerakan Pramuka sebagai salah satu komponen masyarakat, bangsa dan negara yang dalam bulan Agustus ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-46 pada tanggal 14 Agustus 2007, tidak terlepas dari kondisi seperti di atas. Artinya, Gerakan Pramuka hendaknya memanfaatkan kesempatan hari ulang tahun kali ini untuk merenungkan kembali keberadaannya.
Gerakan Pramuka memiliki tiga ciri pokok yang melekat, yang perlu direfleksikan ulang oleh setiap unsur / perangkatnya. Ciri yang pertama adalah sebagai organisasi pendidikan nonformal. Dengan ciri ini, secara jelas dapat diketahui bahwa Gerakan Pramuka dalam upaya mencapai tujuannya, menyelenggarakan aktivitas-aktivitas yang berlandaskan pada Prinsip Dasar Kepramukaan dan menggunakan Metode Kepramukaan. Ada yang dididik dan ada pula yang mendidik, serta ada pula yang mendukung proses pendidikan tersebut. Para Pramuka adalah peserta didik dan para Pembina sebagai pendidik. Sementara itu, pengurus organisasi di semua jenjang adalah pendukung bagi kelancaran pelaksanaan pendidikan. Hal ini berarti pula para Pembina dan Pramuka merupakan indikator keberhasilan Gerakan Pramuka dalam mencapai tujuannya. Artinya bahwa eksistensi dan kinerja Gerakan Pramuka akan diwujudkan melalui penampilan dari para Pembina dan Pramuka yang ada di Gugusdepan.
Ciri yang kedua adalah keberadaan Gerakan Pramuka sebagai organisasi kemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan watak, mental dan budi pekerti generasi muda dengan menggunakan kepramukaan di alam terbuka, yang disesuaikan dengan keadaan, perkembangan dan kepentingan baik kaum muda maupun masyarakat, bangsa dan negara. Dengan ciri ini, menunjukan bahwa keberadaan Gerakan Pramuka hendaknya dapat dirasakan manfaatnya baik oleh masyarakat, bangsa dan negara, dan sebagai imbalannya, maka penerimaan dan pengakuan dari masyarakat terhadap Gerakan Pramuka akan terwujud, antara lain melalui ketersediaan tenaga sukarelawan yang berfungsi sebagai pembina, pelatih pembina, pengurus maupun majelis pembimbing. Dukungan lainnya adalah dalam bentuk “sumbangan” sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan pembinaan para Pramuka.
Selanjutnya, ciri yang ketiga yang melekat pada Gerakan Pramuka, yakni sebagai alat perjuangan dalam mewujudkan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, disadari atau tidak, Gerakan Pramuka pada hakekatnya merupakan salah satu alat bagi pembinaan generasi muda bangsa dalam berbagai aspek, dengan penekanan pada sikap dan perilaku (moral) dari para Pramuka.

(lagi…)